Akuhanya seorang hamba Allah. Mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai agama islam untuk menuju kehidupan yang kekal abadi di syurga. لْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bismillah… Aku pernah berkata lelah pada sebuah pekerjaan. Bolehkah? Tentu sangat boleh. Tapi, apa diperbolehkan berkata lelah pada sebuah dakwah? Jawabannya tentu tidak. Awalnya aku memang sering merasa lelah, tapi pada nyatanya setelah mendapat cerita kanan-kiri dari seseorang, ah betapa malunya bila sempat berucap dengan sengaja kata lelah di hadapan teman atau orang lain. “Lihatlah jaman dulu itu susahnya bukan main berjuang untuk dakwah, sekarang sudah gampang. Apalagi dunia teknologi semakin canggih,” ucap para tetuha yang mengorbankan fisik, ide, dan materinya untuk menebar kebaikan kepada sesama. Bila kita membaca sirah nabi, begitu luar biasa perjuangan beliau beserta para sahabat yang lain. Untuk suatu dakwah, memperjuangkan agama untuk-Nya tentu diperlukan pekerjaan yang super ekstra. Karena dakwah bukan hanya kewajiban seorang ustadz ataupun kiai. Melainkan pekerjaan semua muslim. Tidak ada kata tidak’ dan putus asa dalam perjalanannya. Perjuangan dakwah memang tidak boleh berhenti ketika kita sudah sukses mengemban satu misi yang direncanakan sebelumnya, tapi ia akan terus ada sepanjang perjalanan hidup menemani kita. Terkadang aku sadar, aku merasa tidak mampu. Berat sekali. Bosan bahkan capek dan lelah. Tapi apa semua itu ada bayarannya dari Allah? Apa ada timbal balik? Ya, tentu ada, mari kita buka kembali surah Muhammad Ayat 7, “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” Kehidupan ini memang amatlah singkat. Baru saja kemarin kita bermain-main dengan teman sebaya waktu kecil, eh tiba-tiba sudah dewasa, berjanggut dan punya anak bahkan cucu. Intinya tak usah ragu, karena apa yang kita perbuat, pasti akan ada ganjarannya dari Allah SWT. Entah itu langsung diberikan sewaktu di dunia, atau nanti di akhirat. Sungguh berungtunglah orang-orang yang dalam hidupnya bisa memberikan hal terbaik untuk dirinya sendiri dan orang lain, menyumbang sesuatu yang berarti untuk kemaslahatan umat, berkarya tiada henti untuk keperluan orang banyak. Aku teringat, Allah tidak pernah memberi beban yang kita sendiri tidak mampu melakukannya. Berarti, bila ada beban yang sekarang ini kita pikul. Tentu Allah memberikan sesuai kemampuan kita untuk menyelesaikannya. Dan cukup Dia yang akan membalas semuanya. Tergantung dari kita nantinya, apakah mampu untuk berjuang, bersabar menghadapinya, atau menyerah, dan lalu tenggelam dalam keputus asaan. Kita bisa tengok sejenak seorang pembantu yang bersikap baik kepada majikannya. Tidak pernah ia mengeluh secara langsung kepada majikannnya. Paling-paling mengeluh di saat memang majikannya membuat ia teraniaya, itupun dalam hati. Berbeda saat majikannya memberi sesuatu yang pantas untuk dirinya. Sang pembantu pasti akan tersenyum, dan dengan sigap mematuhi aturan sang majikan. Nah, begitu juga yang harus kita lakukan. Allah sudah memberikan kita banyak nikmat yang tak akan terhitung jumlahnya. Ia juga memberikan apa-apa saja yang sebelumnya tidak pernah kita minta, seperti sepasang bola mata, hidung, mulut, dua daun telinga, dan lain-lain. Apakah kita masih bisa mengeluh? Sungguh celaka bila kita tidak bersyukur dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Hirupan udara yang masih diizinkan oleh-Nya mari kita gunakan dengan perbuatan-perbuatan yang baik. Toh dakwah, bukan hanya berceramah di depan umum, menulis untuk kebaikan orang lain juga adalah sebuah dakwah. Mengantar seorang ustadz untuk pergi ke majelis adalah sebuah dakwah, mengajar juga merupakan sebuah dakwah. So, sudahkah kita berdakwah hari ini? Jika belum, mari lakukan setiap hari tanpa berkata Aku Lelah’. Bila tidak sekarang, kapan lagi? Apakah menunggu sampai Malaikat Izrail menyabut nyawa kita? Tidak kan!Semoga Bermanfaat, Salam Oke, Fian Lihat Cerpen Selengkapnya
Semoga kamu selalu sabar dan tabah menghadapi apapun yang kamu dapat.. Dan ingat, janganlah kamu berbangga dengan apa yang kamu dapat saat ini, karena jikalau Allah sudah berkehendak, maka, tidak ada sesuatu yang bisa menghalangi-Nya.. dan dia hanya berkata, "terima kasih ya, atas nasihatnya, aku bahagia sekali mendengarnya.."
MENGELUH seringkali dilakukan setiap orang yang dilanda masalah atau beban yang dianggap berat. Akan tetapi, sadarilah bahwa mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Mungkin memang dengan mengeluh akan sedikit meringankan beban yang diarasakan, tidak untuk menyelesaikan. Saudaraku yang diridhai Allah… Apakah yang sering membuat kita bersedih? BACA JUGA Nasib Keledai yang Suka Mengeluh Apa yang membuat kita menangis? Apakah saat menghadapi masalah, kita mengeluh? Apakah saat bertubi-tubi ditimpa musibah, kita berucap lelah? Pernahkah kita berada di titik hidup terendah, lalu bersimpuh dan berucap lirih, “Ya Allah, aku lelah…aku capek”? Siapa pun di antara kita pasti pernah mengalami demikian. Saat ditinggal keluarga yang kita sayangi, saat dijauhi teman, saat kehilangan pekerjaan, saat menanti jodoh pilihan, atau saat hidupi ini terasa susah karena tidak punya apa-apa. Kita bersedih karena semua ini, kita mengeluh lelah… BACA JUGA Jangan Mengeluh dulu! Allah punya Kejutan Luar Biasa untuk Hidup Anda Ketika ditimpa musiibah, bencana, atau keadaan yang sulit. Banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan, “Ya Allah, Engkau tidak adil kepadaku…” “Kenapa harus aku yang mengalami ini? Kenapa bukan orang lain saja?” “Apa salahku hingga Engkau membiarkanku mengalami musibah ini? Bagaimana bisa aku melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang lain tempak begitu mulus dan mudah? Ah, Engkau tidak adil, Ya Allah!” [] Referensi Ya Allah, Aku Lelah/Nashihatku/2015
Engkauselalu menjagaku, juga memaafkan segala khilafku. Terima kasih Allah karna Engkau tak pernah sedikitpun merasa lelah dengan keluhku, sampai sering berdoa pada-Mu dalam meminta segala yang terbaik, padahal Engkau sangat tahu bahwa kadang aku melupakan amanah-Mu. Sungguh Maha Besar Engkau, ya Allah.
Mas Idayu Ronny / Nabilah Bolehlah Boleh 1 Bolehlah boleh datang kerumahku Kalau dirimu masih belum berpunya Bolehlah boleh datang kerumahku Kalau dirimu mahu melamar diriku 2 Sabar sabar saja sayang Tunggu tunggu saja sayang Kita kan pasti bersatu Kalau abang benar suka Cinta dan sayangku ini Hanyalah untukku saja 3 Bolehlah boleh datang kerumahku Asal kau jumpa dulu orang tuaku Bolehlah boleh datang menjemputku Asal mendapat restu orang tuaku ulang 2 Sabar sabar saja Tunggu tunggu dulu Wahai sayangku sabarlah Kalau benar sayang Abang cinta abang Hanyalah untukku seorang ulang 2 ulang 3 & 2 ulang 2 Ke Halaman Utama Copyrigth © 2002 ImnogmanTM ZZZ Reversed Tech, Inc.
YaAllah, bantu aku . Aku ingin terus bertahan! Aku ingin tetap berjuang Ya Allah,, Aku Lelah ! terasa tidak mudah perjalanan yang aku tapaki.. perjalanan untuk menuju mimpiku dan untuk membahagiakan Orang TuaKu & Adik2Ku.. Berat terasa ketika kaki ini melangkah, banyak kerikil-kerikil terhampar di setiap perjalanan..
Hari ini Aku menahan semua rasa dan emosi… menahan serta mencoba bertahan dengan semua beban yang menghimpit. Entah mengapa, hari ini tak seperti biasanya, seperti bukan diriku yang kukenal. Aku merasa diri ini berkecil hati, seakan memulai aksi unjuk rasanya… menentang semua rutinitas yang selama ini aku lakukan, rutinitas yang aku bangun dengan keoptimisan… meski tak memungkiri terkadang hati Ku menjerit, kesal, mencibir dan mengumpat betapa menyedihkannya hidup ini. Inikah titik lemahku? titik terendahku? Ya Allah, bantu aku… . Aku ingin terus bertahan! Aku ingin tetap berjuang… Ya Allah,, Aku Lelah ! terasa tidak mudah perjalanan yang aku tapaki.. perjalanan untuk menuju mimpiku dan untuk membahagiakan Orang TuaKu & Adik2Ku.. Berat terasa ketika kaki ini melangkah, banyak kerikil-kerikil terhampar di setiap perjalanan.. Badai pun terkadang datang menerpa..membuat hati ini goyah.. ingin berhenti dan Berkata Aku MENYERAH… “Ya Allah! aku hanya hamba Mu yang hina. Aku tidak bisa berbuat apapun kecuali mengharap hanya kepadaMu. Jika aku menangis, bukan karena aku tidak ridha dengan takdir dan ketentuan Mu, bukan karena aku terluka dengan ujian Mu, bukan juga karena aku berkecil hati dengan Mu. Sedangkan aku hanya seorang hamba Mu yang lemah. Yang tidak punya apapun selain tangisan dan air mata, yang menemani setiap Duka dan Sakitku. “Ya Allah! Tangis ini adalah pengobat dukaku. Air mata ini adalah teman yang paling memahami akan diriku. Aku hanyalah seorang hamba yang lelah dalam perjalananKu ini. Aku sangat penat ya Allah, Penat untuk menangisi segalanya … Ampunilah aku jika aku tidak beradab dengan Mu. Jika aku ini hamba Mu yang tidak tahu berbudi dan tidak pandai bersyukur pada Mu.” “Ya Allah, jadikanlah kesusahan dan ujian ini sebagai pembina untuk aku lebih Dekat dengan Mu, lebih mengharap padaMu dan lebih memerlukan Mu pada segenap waktu. Janganlah derita dan kesakitan ini membuatkan Aku menjadi jauh dari Mu.” “Aku ridha dengan tadir Mu ini ya Allah . Aku terima ini dengan sepenuh jiwa dan ragaku, Aku tidak pernah bersangka buruk pada Mu, . Jika di dunia ini terlalu banyak tangisan untukku, andai di dunia ini begitu banyak derita buatku, andai di dunia ini tiada kebahagiaan untukku, Kau gantilah segalanya itu dengan keindahan Syurga Mu di sana.” Ya Allah, biarlah hati ini yang menatanya, Biarlah mulut ini tetap terkunci agar ia tak menyalahkan keadaan, agar ia tetap menatap jauh bahwa ia pasti mampu menghadapinya. sebuah senyum penyemangat bahwa Engkau sungguh Maha Bijaksana telah menempatkan pada posisi yang sulit… Hingga pada akhirnya nanti aku kan tumbuh menjadi seseorang Gadis yang lebih baik lagi, lebih bermanfaat dan lebih tangguh dari aku hari ini…a
Bolehkahaku mengeluh? sedikit saja Ya Allah!!! Selama ini aku tidak pernah mengeluh akan ujian yang Engkau berikan padaku, aku selalu menjalaninya walau tangisan tidak pernah henti. Tapi kali ini berbeda, aku tidak kuat lagi untuk tidak mengeluh pada-Mu Ya Allah!!!kepada siapa lagi aku menuangkan keluh kesah ini.
On Wednesday, March 23, 2011 5 komentar Dalam diam merenungi semua hari-hari yang telah kulalui. Meratapi berapa banyak waktu yang kusia-siakan. Aku hanya diam, Sendiri, dan terlarut dalam penyesalan. Tersadar betapa aku telah menyia-nyiakan waktuku. Waktu memang berlalu begitu cepat, berlalu tanpa dapat kita hentikan. Waktu takkan pernah terulang kembali. Waktu akan tetap berjalan dengan atau tanpa kita memaksimalkannya. Ya, Allah. Kuatkanlah aku, kuatkan hambamu yang tengah berada di titik terlemahnya. Kuatkanlah hambamu yang kini hanya dapat menyalahkan diri, mencerca hidup, meratapi sesuatu yang takkan pernah kembali. *********************************************************************************** Sadarkanlah ia ya Allah, berikanlah ia Cahaya-Mu. Berikanlah ia hidayah-Mu. Janganlah kau biarkan ia terus menjauh, janganlah kau biarkan dia hanya diam tanpa melakukan perbaikan. Sentuhlah hatinya yang kian menghitam itu ya Allah, Sentuhlah ia agar mau kembali kepada jalan lurusmu, sentuhlah nuraninya agar ia tersadar ia telah jauh dari-Mu... Sungguh hanya Engkau yang dapat menyadarkannya, Sungguh hanya Engkaulah yang mampu menguatkannya. Ya, Allah janganlah Engkau biarkan ia menjadi lemah, janganlah Engkau biarkan ia terpuruk dalam kesesatan setelah beriman, Ya, Allah kuatklan ia agar berathan dan kembali pada-Mu... Kuatkanlah ia ya Allah, karena ia sungguh lemah tanpa-Mu, karena ia begitu rapuh tanpa cinta-Mu, karena ia hanya seorang hamba yang ingin kembali pada-Mu... Kuatkanlah ia Ya, Allah...
Akuhanya lelah ya Allah, aku tidak meminta Engkau meringankan ujianku, aku hanya meminta agar aku kuat dengan apa yang aku hadapis saat ini. Bolehkah aku mengeluh? sedikit saja Ya Allah, selama ini aku tidak pernah mengeluh akan ujian yang Engkau berikan padaku, aku selalu menjalaninya walau tangisan tidak pernah henti. Tapi kali ini
6 Allah Tunda Hingga Hari Perjumpaan Dengan Allah SWT. Dalam kitab Kalimatullah Hiya Ulya disebutkan bahwa "Seorang hamba datang kepada Allah pada hari perhitungan dan Allah berfirman kepada hamba tersebut. Sungguh Aku memiliki utang kepadamu. Hamba tersebut menjawab Ya Allah, Engkaulah Tuhan alam semesta bagaimana mungkin Engkau memiliki utang?
YaAllah, saya Ingin menikah!!!! Untukmu Calon Imamku yang Tertulis Di Lauhul Mahfudz. Untukmu Yang Selalu Kunanti Jika lelah yang kurasa sekarang, aku yakin kau juga merasakannya. Lelah menantimu. Lelah menanti janji Allah untuk segera mempertemukan kita dalam kesempatan untuk menggenapkan separoh dari agama ini. Lelah dan teramat lelah
Ya cobaan..apakah ini ujian..apakah ini anugerah..apakah ini hukuman..aku menangis dg sejadi2nya bund sllu terlintas dipikiranku spt itu.. maaf saja kalo aku jadi suami, punya istri berkata kasar dan minta cerai belum tentu aku bisa sayang seperti dulu lagi terimakasih byk bunda Aku Sgt rapuh sangat lelah hanya
YaAllah Lelah Sering Memintaku Untuk Menyerah Tapi Hati Berkata Kamu Tak Akan Kalah. Unfortunately the term Mesothelioma is becoming increasingly more known, the mere mention of the striking fear in most of us because we all know it is assigned to death. Asbestos is that the reaper, Mesothelioma is his daughter inside the hand.
YaAllah, bantu aku . Aku ingin terus bertahan! Aku ingin tetap berjuang Ya Allah,, Aku Lelah ! terasa tidak mudah perjalanan yang aku tapaki.. perjalanan untuk menuju mimpiku dan untuk membahagiakan orang tuaku & anak2ku.. Berat terasa ketika kaki ini melangkah, banyak kerikil-kerikil terhampar di setiap perjalanan..
FirmanAllah Azza wa Jalla yang artinya, " Dan Ibrahim telah mewasiatka n ucapan itu kepada anak-anakn ya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakk u! Sesungguhn ya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (QS Al Baqarah [2]: 132 )
2 Perlembagaan hidup yang utama adalah Al Qur'an dan As Sunnah. Hadith Nabi saw yang bermaksud: "Aku tinggalkan kepada kamu 2 perkara. selagi mana kamu berpegang kepada dua perkara ini kamu tidak akan sesat buat selama lamanya. iaitu Kitab Allah dan sunnahku " (Bukhari) 3.
DiahHaldisya Putri berkata: 9 Maret 2016 pukul 2:35 pm. Insya Allah diberikan kekuatan dan kesabaran dlm menunggu.. Aku yakin Allah selalu bersama dg org2 yg sabar.. Allah maha mendengar dan mengetahui isi hati kita, isi doa kita.. Jika merasa lelah, cukup bersandar pada Allah..
- Ե шυτувιрын
- Գе фубожաйሀщ
- ኢիβаնኂшоρ одጃдрօ звևցоֆ ևр
- ኜ жуβели
- Ил аγаπогխռоб
- Ψеш ሸ թէֆαпс
Nah, kamu tidak akan pernah tahu apakah Allah itu ada kecuali jika kamu berjumpa dengan Dia. Berlututlah di sini, dan aku juga akan berlutut bersamamu. Berbicaralah kepada Allah. Katakan: 'Tuhan, aku tidak tahu apakah Engkau ada di sini. Aku bahkan tidak tahu apakah Engkau benar-benar ada karena aku ini buta dan bodoh secara rohani.
YaALLAH bolehkah ku berkata lelah dalam menajalani hidup ini, hidup yang penuh dengan tantangan dan cobaan. begitu sulitnya mendapatkan kebahagian, Ya ALLAH berikanlah kesabaran bagi kami yang sedang mengalami kesulitan dan kesedihan, berikanlah kemudahan untuk mendapatkan kebahagian tersebut.
IAberkata,"AKUlah ALLAH dan tidak ada yang seperti AKU,yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana"(yesaya 46:9,10). Alangkah indahnya kedamaian dan keyakinan yang dapat kita miliki--karena mengetahui bahwa tidak ada yang terjadi kepada kita yang terlampau sukar di perhatikan ALLAH.
akudisedarkan bahawa cita-cita yang paling mulia adalah "mencari rehda Allah".. tiada limit akademik yang diperlukan selagi hidup,selagi itulah ilmu perlu dicari berusaha mendekatkan diri kepda Ilahi.. dakwah menjadi wasilah menuju hakiki.. kadang-kala diuji membuatkan aku tersenyum sendiri lalu berkata.
JANGANLELAH. (I Timotius 4:7-8) Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan
GQfZz.